PENGEMBANGAN BERAS ANALOG DENGAN MEMANFAATKAN BONGGOL PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Formatypica)

Main Article Content

Yusup Datau
Anto Anto
Muh Sudirman Akilie

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi terbaik dalam pengembangan beras analog dengan memanfaatkan bonggol pisang kepok (Musa paradisiaca Formatypica) melalui 3 formulasi perbandingan tepung bonggol pisang kepok dan tepung maizena (dalam gram ) yaitu 100 : 0, 75 : 25 dan 50 : 50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung bonggol pisang kapok dan tepung maizena 100 : 0 dan 75 : 25 tidak terbentuk. Sedangkan untuk perlakuan 50 : 50 sudah terbentuk seperti beras, sehingga dilanjutkan dengan analisis beberapa kandungan kimia seperti kadar air, kadar abu, kadar gula, kadar serat, dan kadar lemak. Setelah itu dilakukan uji organoleptik terhadap rasa, warna, aroma dan tekstur.

Hasil penelitian analisis kimia diperoleh rata-rata kadar air beras analog bonggol pisang 5,52 %, rata-rata kadar abu 4,76 %, rata-rata kadar gula 5,13, rata-rata kadar serat 2,10%, dan rata-rata kadar lemak 0,40%. Dalam uji organoleptik diperoleh tanggapan rata-rata dari semua faktor organoleptik rasa 2,52., warna 3,27., aroma 3,75 dan tekstur 2,68.

Article Details

How to Cite
Datau, Y., Anto, A., & Akilie, M. (2017). PENGEMBANGAN BERAS ANALOG DENGAN MEMANFAATKAN BONGGOL PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Formatypica). Agropolitan, 4(1), 75 - 83. Retrieved from http://faperta.unisan.ac.id/jurnal/index.php/Agropol/article/view/13
Section
Artikel